Aku Setelah Aku

:eyelight

 

Aku berdiri sebagai reruntuhan, atau, mungkin sebagai

reruntuhan yang duduk di depan monitor kesunyian. Gelombang-

gelombang memori masih bergerak, seperti mesin scanner yang

mondar-mandir di atas keningku. Batas kematianku dan batas

kecantikanmu, membuat tikungan yang pernah dilalui para

petapa. Aku masih reruntuhan dalam pelukanmu. Batu-batu

bergema dalam puing-puingnya. Menuntunku dari yang jatuh.

Berenang, dalam  yang tenggelam. Menghidupkan gamelan mati

di mataku.

( Afrizal Malna )

IMG_3900.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s