Sajak Buat Istri Yang Buta Dari Suaminya Yang Tuli

Maksud sajak ini sungguh sederhana.

Hanya ingin memberitahumu bahwa baju
yang kita kenakan saat duduk di pelaminan
warnanya hijau daun pisang muda, tetapi
yang membungkus kue-kue pengantin
adalah daun pisang tua. Memang keduanya
hijau, tetapi hijau yang berbeda, Sayang.

Di kepalamu ada bando berhias bunga,
kau merasakannya tetapi mungkin tidak
tahu bunga-bunga itu adalah melati putih.
Sementara di kepalaku bertengger sepasang
burung merpati, juga berwarna putih.

Aku selalu membayangkan, hari itu, kita
seperti sepasang pohon di musim semi.
Kau pohon penuh kembang. Aku pohon
yang ditempati burung merpati bersarang.

Aku lihat, orang-orang datang dan tersenyum.
Mereka berbincang sambil menyantap makanan.
Tapi aku tak dengar apa yang mereka bincangkan.
Maukah kau mengatakannya padaku, Sayang?

( M.Aan Mansyur )

IMG_7735

 

[ Stella Kirana Sutedja II ]

Advertisements

Re: I heart you

IMG_7571 as Smart Object-1.jpg

Aku berpikir untuk tidak berpikir tentangmu. Maaf, aku tak mampu.

Aku berpikir untuk tidak menantimu. Maaf, aku menunggu.

Aku berpikir untuk tidak mencintaimu. Maaf, aku telanjur jatuh cinta; kepadamu.

Aku berpikir untuk tidak terburu-buru. Maaf, aku tak mampu untuk tidak tergopoh merindukanmu.

Aku pikir, rasaku telah bugil bulat: aku mencintaimu tanpa ini itu.

Karena aku mencintaimu, benar atau salah!

( Moammar Emka )

[ Kartika Nurmalia Sari ]

 

 

 

Aku jatuh cinta kepadamu dengan telak!

Pernahkah kamu berpikir tentang jawaban? Ah, ternyata yang namanya jawaban itu tidak selalu lugas dan tegas. Kadang, hanya berbentuk tanda; diam dan hening. Seperti halnya tanya cintaku kepadamu.

Aku jatuh cinta kepadamu dengan telak. Kamu akan tahu kebenarannya, kelak.

Kelak, saat waktu berpihak kepadamu; menyuguhkan arti ketulusan cinta itu. Terlambat atau tidak, aku tak tahu.

Mungkin, aku bukan lagi orang yang sama saat kamu menyadarinya. Tahu-tahu, kita terlambat untuk bersama atas nama cinta.

Maka, bacalah setiap tanda yang tercermin dari kata dan gerak tubuhku. Bahwa, dengan telak aku jatuh cinta kepadamu. Dan, kamu tak lagi butuh kata “kelak” untuk menemukan jawaban itu; sebelum semua terlambat di lipatan waktu.

( Moammar Emka )

 

IMG_7678.jpg

[ Ayudya Indah ]