Spiral of Silence

Originally proposed by German political scientist Elisabeth Noelle-Neumann in 1974, Spiral of silence is the term meant to refer to the tendence of people to remain silent when they feel that their views are in opposition to the majority view on a subject.

 

IMG_7861pop.jpg

[ Dhea Bella Khan ]

 

Advertisements

Setengah Lusin Kwatrin Menuju Sore

1/
Aku adalah doa, yang belum kamu
tutup dengan “Amin” Jika kamu kenangan
maka percayalah, aku
yang selalu mengenang
2/
Sebelum kamu pergi tidur cobalah lihat
keluar jendela; bulan yang pucat pasi
itu akan mengingatkanmu
pada senyum terakhir dariku.
3/
Kata orangtuaku, saat aku mengigau adalah namamu yang melulu
aku sebut. semoga kamu percaya. Itu saja.
lagi-lagi kamu benar.
Sebab semua yang “tidak benar” itu milikku.
4/
Semua bisa aku kemas.Aku masukkan
ke dalam tas. Tapi kenangan kita
tidak pernah muat di dada and kepala.
5/
Apa yang kamu ucapkan
pasti selalu aku ingat. Seperti ini
misal: berbahagialah kita, aku dengan
pilihanku, walau itu bukan kamu.
6/
barangkali, bukan cinta yang
pada akhirnya menguatkan, tapi
keindahan yang masih mampu
kita kenang dan semayamkan dalam ingatan.

Pelukan

sudahkah kau memeluk dirimu hari ini?

masih aku ingat pertanyaanmu itu
dulu aku tak bisa menjawabnya
tetapi begitulah kau, selalu begitu,
jika ada pertanyaan kau lontarkan
sudah kau siapkan juga jawaban

lenganmu memang terlalu pendek buat tubuhmu
tetapi tentu saja cukup panjang buat tubuhku

lalu kau merasuk ke dalam pelukanku
dan berdiam di sana

(M.Aan Mansyur)

IMG_7891.jpg

[ Dhea Bella Khan ]